Kisah Tragedi Seorang Putri Dikutuk Jadi Patung Batu di Gua Loyang Pukes

Kisah menarik namun terbilang tragis seorang anak manusia yang dikutuk jadi patung dalam sebuah gua. Ia adalah seorang putri Aceh yang terkena kutukan kemudian jadi batu. Patung batu itu saat ini ada di dalam Gua Loyang Pukes Aceh Tengah sekaligus menjadi tempat bersemayamnya sang putri jelita. Lokasi tersebut sering juga disebut “Gua Putri Pukes” terletak dikota Takengon atau berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari pusat kota dan sering didatangi oleh wisatawan.

Untuk mencapai lokasi tersebut wisatawan bisa langsung menuju ke arah Mendale karena gua itu berada di Desa Mendale, Kebayakan Kab. Aceh Tengah, tepatnya di pinggir Danau Laut Tawar namun sebaiknya sebelum masuk persiapkan uang sebesar 5 ribu rupiah untuk biaya masuk untuk kemudian wisatawan akan di dampingi oleh pemandu/guide wisata.

Bagi kebanyakan orang, letak Goa tersebut sudah sangat dikenal sehingga bagi mereka yang belum pernah berkunjung kesana sebelumnya, tidak akan merasa khawatir tersesat karena bisa bertanya pada masyarakat terdekat di wilayah tersebut, terlebih jika sudah mendekati lokasi, tentu akan lebih mudah karena banyak pemandu wisata setempat yang siap mengantarkan.

Berbicara hal yang berbau misteri memang selalu menarik, bahkan baru-baru ini masyarakat banyak dihebohkan adanya kabar dua orang remaja dikutuk jadi patung di sunan giri, bahkan videonya beredar di youtube, konon dua anak manusia itu melakukan hal yang tidak pantas sehingga kena kutukan jadi batu, namun hingga saat ini belum anda catatan pasti kebenaran isu tersebut.

Berbeda halnya dengan Patung Putri Pukes di Aceh ini yang memang sudah diketahui secara luas terutama oleh masyarakat sekitar sebagai cerita legenda atau cerita rakyat masyarakat sekitar seperti halnya cerita Malin Kundang yang dikutuk jadi batu oleh ibunya.

Biasanya para Wisatawan yang datang ke Gua Pukes ini akan mendapatkan sambutan langsung dalam bentuk tulisan “Putri Pukes Manusia Jadi Batu” yang menggambarkan kebenaran kisah tersebut pernah terjadi di zaman dulu, bahkan bisa langsung membuktikan dengan cara masuk kedalam Gua, disana akan menemukan sosok batu mirip seorang anak manusia.

Konon jika ada yang melihat patung tersebut lalu ada perasaan sedih dalam hatinya atas kejadian yang menimpa Putri Pukes, menurut cerita guide yang biasa memandu para wisatawan, dari mata batu mirip manusia tersebut bisa mengeluarkan air mata.

Kisah ini berawal dari pernikahan seorang Putri bernama Putri Pukes dengan seorang pangeran. Saat iring-iringan putri pergi bersama sang pangeran, Ibu dari Putri Pukes merasa sangat sedih namun ia tidak sampai menangis dan menitikkan air mata karena dirinya sadar bahwa memang sudah kodratnya putrinya pergi bersama suaminya.

Namun Putri Pukes yang merasa berat berpisah dengan sang Ibu akhirnya menitikan air mata karena tidak kuat menahan sedih, kemudian ia memeluk sang Ibu dan menangis untuk meluapkan kesedihannya. Saat itu lah Ibunya berpesan bahwa putrinya harus tetap pergi bersama suaminya. Kemudian orang tua itu berpesan saat berjalan janganlah moneleh kebelakang.

Namun Putri Pukes yang tidak kuat menahan rasa sedih karena harus berpisah dengan Ibunya itu, akhirnya melanggar pesan sang ibu, sambil mengucurkan air mata Putri Pukes menoleh ke belakang dan pada saat itulah muncul angin kencang di ikuti hujan lebat, kemudian sang putri jelita itu tiba-tiba berubah menjadi batu.

Dibalik Kisah tragis ini tersimpan makna mendalam pentingnya sebuah ketaatan dan kepatuhan terhadap orang tua maupun terhadap suami yang harus selalu disayang, dicintai dan di patuhi dalam segala situasi sesuai kodrat masing-masing.

Advertisement
KOMENTAR ANDA