Kisah Dibalik Senandung ‘Nina Bobo’ Dan Siapa Penciptanya?

Bagi kaum ibu senandung lagu ‘Nina Bobo’sangat populer sebagai lagu penghantar tidur bagi anak-anak dan biasa dinyanyikan pada saat anak sedang rewel. Ada yang percaya dengan menyanyikan lagu tersebut dapat membuat anak-anak bisa tertidur pulas, sehingga para ibu bisa melanjutkan aktiviatasnya kembali

Asal usul lagu itu bila dilihat dari berbagai cerita yang beredar terkesan berbau mistis yang bisa membuat bulu kuduk merindaing, walaupun sampai saat ini tidak banyak yang tahu siapa pencipta dan asal usul lagu itu secara jelas, namun liriknya yang terkesan lucu dan mampu menghipnotis anak susah tidur seringkali disenandungkan sebagai pengantar tidur.bagi anak-anak.

Konon lagu tersebut memang diciptakan sebaik pengantar tidur bagi anak-anak, baik bagi anak laki-laki atau perempuan meskipun dari judulnya menyebut kata ‘Nina‘ yang berasal dari bahasa portugis yang berarti gadis dan kata ‘Bobo‘ dari bahasa china berarti tidur, menurut wikipedia tak berarti Nina diambil dari nama seorang wanita

Lagu Nina Bobok memang cukup mendunia dan sangat pouler di Indonesia. Pertama kali lagu itu dipopulerkan pada awal tahun 60-ab oleh seorang penyanyi asal Indonesia – Belanda, bernama Anneke Grönloh dengan nama lengkap Johanna Louise Grönloh, lahir di Sulawesi Utara 7 Juni 1942 (Tondano) seorang penyanyi terkenal hingga mancanegra seperti Brunei dan Singapure

Dari sisi cerita mistis lagu ‘Nina Bobok’ konon diciptakan sejak zaman Belanda oleh seorang wanita asal Jawa bernama Mustika dan suaminya bernama Kapten Van Rodjnik pria Belanda. Lagu itu dibuat khusus untuk puteri kesayangannya bernama Helenina Mustika Van Rodjnik lahir pada tahun 1871 dan biasa dipanggil ‘Nina’

Nina mengalami insomni sehingga seringkali gelisah dan susah tidur, untuk umembuat buah hatinya terlelap, Mustika selalu bersenandung kecil dengan lagu ‘Nina Bobo’ yang diambil dari nama anaknya sendiri ‘Nina’. Melihat kepiawaian istrinya bersenandung kemudian Kapten Van Rodjnik menyuruh sang istri (Mustika) untuk membuat lirik lagu itu lebih menarik

Sampai pada akhirnya terciptalah lagu seperti yang masih ada saat ini dan banyak disenandungkan para ibu pada saat anak-anak mereka sedang rewel dan susah tidur.

Dalam lagu tersebut terdapat kalimat, Nina Bobo Ooo… Nina Bobo kalau tidak Bobo digigit Nyamuk’ konon kalimat itu menggambarkan kondisi pada masa itu yang masih banyak hutan belantara, sehingga banyak nyamuk berkeliaran bahkan pada masa itu sering terjadi wabah malaria

Dengan lagu tersebut ‘Nina’ yang biasanya selalu terganggu dalam tidurnya merasa ada kedamaian setiap kali Ibunya menyanyikan lagu tersebut, tapi sebaliknya jika tidak mendengar lagu itu membuat Nina semakin gelisah dan tidak bisa tidur sehingga sang Ibu selalu membawakan lagu itu untuk anaknya sampai Nina meninggal pada usia 6 tahun.

Sejak saat itu kejadian mistis mulai dirasakan keluarga itu, Suami Mustika, Van Rodjnik merasa heran dengan perbuatan istrinya yang selalu menyanyikan lagu itu meskipun anaknya sudah meninggal, sampai pada akhirnya Mustika membuat pengakuan pada sang suami bahwa dirinya selalu didatangi arwah anaknya sambil menangis minta dinyanyikan lagu tersebut, demi kedamaian sang buah hati dialam sana Mustika terus menyanyikan lagu tersebut sampai dia meninggal.

Sepeninggal Mustika, kejadian yang sama dialami Van Rodjnik yang selalu merasakan akan kehadiran anaknya sampai suatu malam arwah anaknya datang dengan menangis minta dinyanyikan lagu yang sama seperti yang dilakukan mustika sepanjang hidupnya.

Van Rodjnik yang semula tidak mempedulikan kejadian itu akhirnya memutuskan untuk selalu mendendangkan lagu itu setiap malam sampai dirinya tutup usia. Kisah ini bukan satu-satunya cerita yang mencoba menguak asal usul dan pencipta lagu Nina Bobo yang selama ini sangat populer penghantar tidur bagi anak-anak.

Advertisement
KOMENTAR ANDA