Kelompok ISIS Eksekusi Mati 13 Belas Ulama Sunni Termasuk Imam Masjid Mosul

ISIS adalah sebuah kelompok garis keras yang saat ini tengah menguasai sebagian wilayah di Irak sekaligus wilayah basis perjuangannya.

Beberapa waktu lalu kelompok ini  telah mengeksekusi 13 ulama sunni. Seperti disampaikan pakar PBB dikutip dari Wasington Post bahwa kelompok militan Irak yang menamakan dirinya sebagai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ini telah menghukum mati 13  termasuk salah satu diantaranya adalah Imam Mesjid Mosul Irak.

Menurut Heiner Bielefeldt, pelapor khusus PBB tentang kebebasan beragama atau berkeyakinan itu, bahwa tindakan yang dilakukan ISIS itu merupakan sebuah upaya membungkam  suara-suara moderat di kalangan Sunni Irak untuk memperoleh perhatian lebih besar atau dengan kata lain siapapun akan mendapat hukuman jika tidak sependapat dengan pihaknya walaupun mereka dari kalangan sunni itu sendiri

ISIS merupakan sebuah gerakan untuk membentuk sebuah negara Islam di Irak, Suriah dan kawasan Timur Tengah pada umumnya. Bahkan baru-baru ini kelompok tersebut mengumumkan kekhalifannya sebagai Khalifah bagi ummat Islam di seluruh dunia, setelah pengaruhnya makin meluas keberbagai negara.

Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi yang menyebut dirinya sebagai Khalifah Ibrahim itu menyerukan pada seluruh ummat Islam di dunia untuk mengakui kekhalifannya dan bergabung bersama mereka. Kelompok yang secara resmi berdiri 4 April 2013 lalu itu menyebut bahwa semua Muslim berutang kesetiaan kepada kekhalifahan Islam.

Setelah mendapat banyak dukungan dari kelompok dan laskar umat Islam di kawasan Timur Tengah seperti seperti kelompok perlawanan sunni di Irak, AlQaedah, Jund al-Sahaba, Katbiyan Ansar Al-Tawhid wal Sunnah dan kelompok-kelompok lainnya, kini ISIS tengah berusaha menancapkan pengaruhnya keberbagai belahan dunia lain termasuk kabarnya di Indoensia.

Kelompok radikal ini memiliki tujuan utama mendirikan negara Islam terutama di kawasan Timur Tengah meliputi Irak, Suriah, Libanon Yordania, Mesir dan Israel. Untuk melancarkan misinya kelompok ini kerap kali melakukan tindakan radikal seperti melakukan bom bunuh diri, penjarahan terhadap bank bahkan mengeksekusi kelompok lain atau masyarakat yang tidak sepaham dengan mereka.

Hal itu pula yang menjadi alasan kelompok tersebut mengeksekusi 13 ulama sunni karena dianggap tidak setia dan mengakui keberdaan ISIS sebagai khalifah bagi umat Islam. Hal mengejutkan kabar terbaru ISIS seperti disampaikan Mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat Edward Snowden yang beberapa waktu lalu membocorkan rahasia intelijen Amerika menyebut bahwa ISIS bentukan spionase tiga negara, yaitu Israel, Amerika Serikat, dan Inggris

Namun keterangan yang disampaikan Edward Snowden belum mendapat tanggapan dari pihak yang disebutkan, hanya saja banyak kalangan yang merasa heran sikap ISIS yang cendrung apatis terhadap aksi Israel yang telah menewaskan lebih 1.700 warga Palestina.

Advertisement
KOMENTAR ANDA