Cerita Humor Lucu Abu Nawas Mengandung Nasehat

Cerita Humor Lucu Abu Nawas Mengandung Nasehat – Cerita lucu identik dengan ebuah kisah yang penuh dengan lelucon sehingga bisa membuat orang yang membacanya bisa tertawa terbaha-bahak. Meski terkadang dalam cerita itu tidak mengandung nilai-nilai nasehat yang bisa diambil hikmah tapi dengan membacanya sudah bisa menghibur seseorang untuk menghilangkan stres.

Namun banyak juga cerita lelucon yang juga mengandung nilai dan pesan moral mendalam buat kita terutama mereka yang membacanya, salah satu cerita humor yang tergolong menghiburadalah  kisah Abu Nawas dimana cerita sosok manusia legendaris ini selalu bisa membuat pembacanya tersenyum tapi jika dilihat dalam setiap alur cerita ada, selalu mengandung pesan moral atau nasehat yang bisa kita ambil hikmahnya.

Abu Nawas dikenal sebagai penyair (pujangga) atau sastrawan arab terkemuka dijamannya yang juga dikenal dengan nama Abu Nuwas bernama asli Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami (750-810), ia lahir di Baghdad tepatnya di kota Ahvaz

Hubungan Abu Nawas Dan Harun Al-rasyid
Abu Nawas dikenal dekat dengan penguasa saat itu dari Daulah Bani Abbasiyyah yaitu Raja Harun Al-Rasyid seorang raja yang bijak, disamping dikenal selalu dekat dengan rakyatnya ia dikenal mencintai orang-orang alim, ulama dan orang-orang pintar termasuk para penyair.

Seringkali Raja memanggil penyair untuk memberikan nasehat kegamaan padanya, suatu ketika beliau memanggil Abu Al-Atahiyyah setelah sebelumnya menyiapkan berbagai kenikmatan berupa hidupan yang lezat, lalu kepada Abu Al-Atahiyyah beliau diminta agar mensifati kenikmatan dan kesenangan hidupnya. Lalu Abu Al Athiyah membacakan sebuah syair dimana isi syair yang diresapi sang khalifah membuatnya menangis karena teringat akan kematian yang pasti akan menjemputnya

Disamping menyukai tokoh ulama yang biasa memberikan nasehat,Raja juga menyukai para menyair atau sastrawan termasuk Abu Nawas. Meski penyair yang satu ini tergolong nyeleneh dan suka kebablasan tapi sang raja suka karena kecerdikanya.  Suatu ketika Abu Nawas bertemu sang raja Harun Al-Rasyid, lalu ia mengatakan pada raja bahwa dirinya akan terbang kelingit seperti burung. Raja yang selalu dikalahkan oleh untuk urusan kecerdikan dengan abu Nawas, kemudian berpikir mungkin ini saat yang tepat untuk mengalahkan Abu Nawas.

“Abu Nawas, kau bilang apa tadi?” tanya raja sejurus kemudian
“Ingin terbang baginda, tapi harus ada syarat baginda “. jawab Abu Nawas singkat
“Apa syaratnya, katakan saja,” pinta raja
“Baginda harus membuat panggung yang tinggi…dari panggung itu hamba akan terbang.” jelasnya meyakinkan
“Oke! hari jum’at depan selesai sholat jum’at saya akan buatkan pangung yang tinggi dan kamu harus siap2 terbang,” jawab sang raja

Sudah 7 hari lamanya rakyat menungu hari itu, setelah selasai shalat jum’at mereka datang berbondong-bondong kelun-alun untuk menyaksikan Abu Nawas akan terbang. Di tempat itu prajurit kerajaan sudah menyiapkan panggung tinggi yang akan dijadikan pijakan Abu Awas yang akan terbang layaknya burung.  Raja pun datang ditempat itu dan dielu-elukan oleh rakyatnya.

Sang Raja yang melihat Abu Nawas tiba lebih dulu ditempat itu hanya tersenyum, dalam hatinya bergumam bahwa saat inilah saatnya mengalahkan Abu Nawas.

“Abu, kamu sudah siap? tanya raja Harun Al-Rasyid
“Siap baginda.” jawabnya

Lalu Abu Nawas naik keatas panggung dengan penuh percaya diri dan tidak ada kekhawatiran sedikitun tampak diwajahnya kalau aksinya bakalan gagal. Seperti biasa Abu Nawas sudah dikenal oleh rakyat negeri itu tidak pernah gagal setiap bertaruh dengan sang raja. tapi kali ini ada kecemasan tersirat diwajah mereka yang hadir. Bagaimana mungkin Abu Nawas bisa terbang tanpa peralatan satupun  yang ia bawa, bisa-bisa Abu Nawas mati jatuh dari ketinggian 12 meter, gumam salah seorang yang hadir.

Abu Nawas yang sudah sampai dipuncak mulai bersiap-siap akan terbang. Kemudian ia mengangkat salah satu kakinya sambil kedua tangankan direntangkan dan diayun-ayunkan layaknya burung terbang, lalu diganti kaki satunya lagi yang diangkat dan tangankan diayun-ayunkan seperti sebelumnya. Perbuatan itu dilakukan Abu Nawas secara terus menerus sampai mereka yang menyaksikan merasa bosan.

Melihat pemandangan yang tidak semestinya itu, salah seorang yang hadir berteriak

“Abu Nawas katanya kamu akan terbang,…kok cuma begitu,” teriak hadirin yang sudah tidak sabar.
“Iya Abu, mana katanya kamu mau terbang,” timpal raja, membenarkan ucapan rakyatnya.

Mendengar pertanyaan sang raja abu nawas menjawab

“Maaf baginda, bukankah hamba telah melakukan,? jawabnya
“buktinya kamu tidak bisa terbang.” tanya raja
“Hamba sudah katakan pada paduka bahwa hamba akan terbang, bukannya bisa terbang.” jawab Abu Nawas

Mendengar jawaban Abu Nawas yang cerdik itu raja hanya tersenyum dan mengaku kalah. Seperti biasa setiap kekalahan yang dialami sang raja, mau tidak mau sang raja harus menepati janjinya untuk mengeluarkan hadiah pada Abu Nawas.

Dari cerita tersebut dapat diambil pelajaran, bahwa sekecil apapun tindakan dan perbuatan akan lebih baik dibandingan hanya ucapan yang tidak pernah dilakukan. Banyak orang yang selalu mengatakan bahwa dirinya akan menjadi pengusaha atau pedagang agar bisa meraih apa yang di impikan tidak pernah melakukan apa yang bisa dilakukan untuk meraih apa yang di inginkan. Sama halnya Abu Nawas yang hanya mengatakan bahwa dirinya hanya akan terbang tapi tidak terbang beneran….

Advertisement
KOMENTAR ANDA