Batu Akik Lumut Suliki Unik Asal Jorong Suliki Baruah Sumatera

Batu cincin akik lumut suliki adalah satu dari sekian banyak jenis permata asli Indonesia. Batu dengan ciri khas warna unik dan menarik ini termasuk salah satu dari sekian banyak batu asal sumatera yang sering menjadi incaran banyak penggemar dan kolektor, sehingga harganya semakin naik.

Batu akik pancar lumut suliki banyak ditemukan di Sumatera Barat tepatnya di Kenagarian Suliki, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota dan merupakan salah satu daerah penghasil batu permata indah selain beberapa daerah lain yang ada di kepulauan sumatera seperti di Aceh yang dikenal dengan batu lumut Aceh, batu sungai dareh asal Damasraya Sumatera.

Kebanyakan penghobi, untuk bisa mendapatkan jenis batu sesuai keinginan, banyak yang datang ke lokasi penambangan atau pusat pengrajin daerah tersebut sebagai tempat pengolahan batu alam yang indah itu menjadi batu cincin siap pakai, tepatnya di Daerah Jorong Suliki Baruah, Nagari Suliki Sumatera.

Khasiat batu akik Lumut Suliki sama halnya dengan batu sungai dareh atau dengan batu batuan mulia pada umumnya sebagai batu yang tercipta secara alami dan diyakini mengandung energi magnetik yang bsia memancarkan aura pemakainya. Batu ini memiliki karakter hampir sama dengan batu lumut sungai dareh yang selama ini sudah sangat dikenal di kalangan penghobi dan kolektor.

Batu Akik Lumut Suliki

Lokasi Penambangan Batu Akik Lumut Suliki
Nama batu permata ini diambil dari nama asalnya Suliki Baruah, Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera ini dan merupakan salah satu lokosi para pengrajin di wilayah tersebut. Sebenarnya ada lokasi lain yang juga memiliki potensi akan batu akik yang berkualitas di wilayah tersebut.

Dedi Kurniawan (28) seorang pengrajin dan juga berproesi sebagai karyawan sukarela di RSUD Achmad Darwis Suliki ini menceritakan bahwa dirinya harus menempuh jarak kurang lebih 3 kilo meter dari kediamannya untuk mendapatkan bahan baku batu lumut suliki tepatnya di Jorong Padang Lawas.

Baca: atu Sungai Dareh, Akik Lumut Terkenal Asal Sumatera Barat

Menurutnya, ia harus berangkat pagi kemudian menyusuri wilayah bebukitan dan hutan guna mencari jejak yang diperkirakan mengandung batuan mulia. Dedi mengaku dirinya bisa membawa hingga 3 kg bahan baku betu cincin untuk kemudian dioleh menjadi batu cincin atau berbagai jenis hiasan sesuai keinginan pasar.

Advertisement
KOMENTAR ANDA