Arti Tut Wuri Handayani Ing Ngarso Sung Tulodo Ing Madyo Mangun Karso

Pengertian Tut Wuri Handayani – sebuah ungkapan atau slogan dari Bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara yang terdiri dari tiga kalimat ungkapan sakti untuk mendorong semangat pengabdian para pendidik selaku pembentuk karakter para putra bangsa.. Kalimat Tut Wuri Handayani Ing Ngarso Sun Tulodo – Ing Madyo Mangun Karso ini sering kita dengar sejak berada dibangku Sekolah Dasar dan biasa ditemukan pada topi seragam sekolah.

Walaupun ungkapan itu terlihat sederhana namun memiliki pengertian yang sangat dalam serta menyimpan nilai-nilai keteladan yang harus ditunjukan seorang pendidik, Ing Ngarso Sun Tulodo : Didepan memberikan contoh Ing Madyo Mangun Karso: Dibelakang memberikan dorongan semangat Tut Wuri : mengikuti dari belakang Handayani : Memberikan motivasi untuk membangkitkan semangat

Secara lengkap kalimat ini diartikan bahwa seorang pendidik, berkewajiban untuk selalu memberikan keteladanan baik sikap maupun perilaku pada saat berada didepan anak didik, serta selalu berusaha untuk memberikan dorongan dan semangat terhadap tindakan yang dinilai baik saat berada dibelakang, serta  memberikan ide dan prakarsa pada saat ada ditengah mereka.

Dari slogan tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang guru dengan segala kewajibannya sebagai pendidik dituntut untuk selalu berbuat adil dan berprilaku bijak terhadap semua anak didik, hal itulah yang menjadi alasan bahwa seorang guru menempati posisi sangat tinggi dalam perjalanan hidup manusia dan wajib untuk selalu dihormati,

Bapak Pendidikan Indonesia
Ki Hajar Dewantara atau juga sering disebut Ki Hajar Dewantoro (huruf=o) ini dikenal sebagai Bapak pendidikan Indonesia, karena kegigihannya dalam memperjuangkan hak-hak kaum pribumi untuk bisa mendapatkan pendidikan dimasa penjajahan Beland. Sama halnya dengan RA. Kartini yang juga dikenal sebagai pahlawan sekaligus pejuang emansipasi wanita agar setiap wanita Indonesia mendapat hak yang sama dengan kaum laki-laki diantaranya memperoleh pendidikan.

Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli R. Mas Soewardi Soerjaningrat lahir pada tanggal 02 Juni 1889 di Yogyakarta. Ketika usianya menginjak 40 tahun Raden Mas Soewardi mengubah namanya menjadi Ki Hajar Dewantara dan membuang embel-embel raden mas dengan tujuan untuk memutus jarak status sosial yang disandangnya sebagai keturunan ningrat dengan rakyat, sehingga dengan nama barunya beliau bisa lebih dekat dengan rakyat.

Pahlawan Nasional
Disamping dikenal sebagai Bapak Pendidikan Ki Hajar juga dikenal sebagai seorang Pahlawan Nasional karena jasa-jasanya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat atau kaum pribumi dimasa penjajahan. Gelar kepahlawanannya telah dikukuhkan Soekarno Presiden pertama RI pada 28-11-1959

Pada tahun 1919, Ki Hajar Dewantara mendirikan pendidikan taman siswa yang dikhususkan pada kaum pribumi setelah sebelumnya, tapatnya pada tahun 1913 beliau pernah ditangkap dan diasingkan ke belanda bersama tiga orang temannya karena dinialai telah menyinggung pihak Belanda yang pada waktu itu menarik biaya pada kaum pribumi untuk merayakan hari kemerdekaan .

 Soewardi atau Ki Hajar Dewantoro (ejaan jawa), memiliki semboyan yang sudah dikenal luas oleh masyarakat yang berbunyi Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani yang memiliki makna mendalam terhadap pentingnya keteladanan bagi seorang pendidik bagi anak didiknya
Advertisement
KOMENTAR ANDA