13 Langkah Dan Cara Sukses Wawancara Kerja Yang Harus Anda Ketahui

Saat melamar pekerjaan, salah satu proses yang harus dilalui adalah wawancara kerja. Keputusan untuk melakukan wawancara ini dilakukan pihak perusahaan setelah membaca surat lamaran kerja dengan segala perlengkapan yang telah diserahkan pada perusahaan seperti daftar riwayat hidup, pengalaman kerja dan lainnya.

Bagi sebagian besar pelamar kerja wawancara termasuk saat yang sangat menegangkan dalam proses penerimaan karyawan dalam sebuah perusahaan. Mengingat tidak sedikit para pencari kerja gagal menjadi seorang karyawan perusahaan lantaran gagal dalam proses proses wawancara.

Bahkan tidak sedikit yang beranggapan kegagalan dalam wawancara disebabkan pertanyaan-pertayaan yang diajukan oleh phak pewawancara yang terlalu mengada-ada yang membuat dirinya gagal dan tidak lulus wawancara kemudian menjadi penyebab tidak diterima pada perusahaan yang diinginkan.

Tapi, sebaiknya terlebih dahulu kita perlu tahu maksud dan tujuan wawacara kerja yang biasa diadakan oleh perusahaan dalam merekrut karyawan, sebelum kita memberi penilaiannegatif terhadap pewawancara terkait pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan tidak mampu kita jawab sesuai keinginan pihak perusahaan.

Tujuan Wawancara Kerja 
Proses wawancara yang dilakukan perusahaan dalam merekrut calon karywan baru merupakan sebuah langkah awal pihak perusahaan untuk mengetahui kemampuan atau potensi baik secara akademis, keterampilan bahkan kepribadian calon karyawannya dalam melakukan tugas dan pekerjaannya sesuai bidang yang dinginkan.

Pewawancara pada umumnya akan fokus pada pertanyaan terkait kemampuan dan keterampilan calon karyawan untuk melakukan pekerjaan sesuai bidang yang diinginkan. Karena itu sudah dapat dipastikan pertanyaan pewawancara akan berbeda dengan calon karwayawan pada bidang pekerjaan yang berbeda

Selain Kemampuan dan keterampilan, biasanya perusahaan akan bertanya terkait motivasi calon pekerja memilih bidang tersebut atau mengapa tertarik bekerja diperusahaan tersebut. Paertanyaan yang sering diajukan, mengapa anda meninggalkan perusahaan yang lama dan memilih perusahaan tersebut, Apa yang menjadi alasan anda tertarik untuk bekerja di perushaan tersebut, kanapa perusahan harus memperkerjakan anda dan sebagainya.

Setelah mengetahui tujuan dan maskud wawancara yang dilakukan perusahaan, beberapa langkah awal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi wawancara kerja agar sukses dan luluis wawancara bisa anda terapkan langkah berikut ini :

1. Cara Berpakaian  
Penampilan bisa menjadi cermin perusahaan mengetahui kepribadian calon karyawannya, terutama untuk kesesuaian dalam bidang pekerjaan yang menjadi pilihan. Misalnya jika anda memilih pekerjaan pada bagian gudang tentu mengenakan dasi dan jas tidak harus menjadi pilihan. Cukup kenakan pakaian rapi dan tampil acak-acakan.

Namun alangkah baiknya sebelum menghadapi wawancara, anda tahu tradisi berbusana dalam perusahaan tersebut, jika pada umumnya karyawan disana cendrung berpakaian kuran rapi maka bisa menjadi pilihan anda untuk tampil lebih terkesan positif dengan berpakaian lebih rapi, untuk menggambarkan bahwa anda adalah calon karyawan yang baik.

2. Jangan Gelisah
Gelisah, gerogi akan membuat anda tidak fokus menyimak setiap pertanyaan, bahkan bisa berdampak jawaban yang diberikan tidak s esuai dengan pertanyaan. Kegelisahan dan rasa tegang yang terjadi saat wawancara bisa menjadi penilaian negatif, karena anda akan dinilai sebagai pribadi yang tidak percaya diri sehingga akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerja

Ketegangan dalam wawancara memang sudah biasa dihadapi calon karyawan, namun sebisa mungkin jangan sampai pihak pewawancara mengetahui hal tersebut, untuk menghindari kemungkinan timbulnya penilain kurang baik.

3. Jangan Datang Terlambat
Jika pada saat wawancara saja sudah datang terlambat bukan tidak mungkin hal itu akan sering terulang pada saat sudah bekerja. Untuk menghindari tersebut usahakan datang lebih awal jauh sebelum waktu wawancara dimulai.

4. Tersenyum Penuh Ketulusan
Saat memasuki ruangan wawancara usahakan melempar senyum dengan tulus dan berjabat tangan dengan erat penuh kehangatan, usahakan tidak terkesan dipaksakan. Dengan demikian anda akan mendapat nilai positif sebagai prbadi yang menyenangkan serta bisa menjadi sosok yang mampu beradaptasi dengan segala suasana terutama untuk bisa membesarkan perusahaan.

Kehangatan saat berjabat tangan akan memiliki nilai tersendiri bagi pewawancara bahwa anda sebagai sosok yang memiliki rasa percaya diri, tidak sombong, supel dan mudah menyesuaikan diri.

5. Lancar Berbicara
Saat berbicara usahakan jangan terbata-bata, rasa gugup yang berlebihan akan membuat berbicara tidak lancar. Cara mengatasi hal itu anda hanya perlu tenang dan anggap kegiatan wawancara yang sedang anda lakukan soal biasa sehingga tidak perlu membuat anda risau apalagi gugup.

6. Menjawab Semua Pertanyaan
Pertanyaan yang terkesan memojokkan biasanya akan membuat anda gugup dan seringkali membuat pikiran menjadi tidak konsen akhirnya membuat anda tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan atau bisa juga anda merasa pertanyaan yang diajukan terlalu sulit sehingga memilih menjawab ‘tidak tahu’ padahal jawaban seperti paling tidak diinginkan pewawancara.

Hal yang lebih buruk akan membuat anda tidak akan lolos dengan alasan anda tidak memiliki kemampuan menjawab pertanyaan. Pewawancara hanya ingin tahu bahwa anda seorang calon karyawan yang memiliki kemampuan berpikir dengan cepat.

Jika ada pertanyaan yang belum anda pahami alangkah baiknya jika anda meminta pewawancara mengulangi sekali lagi pertanyaan yang diajukan dibanding tidak menjawab sama sekali. lantaran pertanyaan diangap kurang jelas.

7. Kesiapan
Kesiapan dalam berpenampilan atau cara berpakaian untuk menghadapi wawancara sudah menjadi hal yang biasa, tapi kesiapan menghadapi situasi yang mungkin akan terjadi saat wawancara berlangsung seringkali diabaikan calon karyawan.

Sebaiknya, jauh sebelum melakukan wawancara, anda mengumpulkan banyak informasi terkait perusahaan yang baru, termasuk perihal orang yang akan mewawancarai anda agar bisa mengatasi kesulitan saat melakukan wawancara dengannya.

8. Mengatasi Kegugupan
Rasa gugup, gelisah dan tegang saat wawancara masalah biasa dan sering dialami para calon karyawan, tapi pastikan bahwa anda tidak termasuk salah satunya. Rasa gugup berlebih hanya akan membuat anda  terlihat tidak memiliki kemampuan menjawab semua pertanyaan.

Untuk mengatasi, anda hanya harus berpikir positif dan tahu bahwa proses wawancara kerja bukan untuk menghakimi anda sebagai pesakitan melainkan untuk mengetahui kemampuan dan kecocokan seperti yang telah anda tulis dalam daftar riwayat hidup pada surat lamaran.

9. Latihan Melakukan Wawancara
Coba anda pikirkan pertanyaan umum yang mungkin akan diajukan pewawancara dan menyiapkan jawaban sebaik-baiknya. Berlatih dengan memberikan jawaban, misalnya dengan melibatkan teman sebagai pewawancara lalu berikan jawaban lantang layaknya anda sedang dalam wawancara sungguhan.

Beberapa pertanyaan wawancara kerja dan umum diajukan pewawancara seperti :
– Apa kemampuan dan kekurangan anda?
– Mengapa anda merasa pantas untuk menduduki posisi ini diperusahaan kami?
– Apakah anda lebih suka bekerja dengan team atau sendirian?

Salah satu pertanyaan diatas bisa menjadi jebakan untuk anda, jika anda sudah tahu bahwa pekerjaan itu membutuhkan team tentu anda tidak akan menjawab bahwa anda lebih suka bekerja sendiri.

10. Latihan Berkomunikasi Dengan Baik
Jika anda melamar pekerjaan pada posisi yang membutuhkan banyak melakukan interaksi dengan orang lain, bahasa yang baik akan menjadi acuan bagi anda pantas atau tidaknya anda memangku posisi itu.Karena itu melatih berkomunikasi perlu dilakukan, baik untuk kelancaran dalam menjawab pertanyaan atau dalam menggunakan bahasa yang baik.

11. Sikap Santun
Santun dalam bersikap atau dalam berbicara saat wawncara bisa menjadi nilai dan poin tersendiri bagi anda untuk bisa lolos. Sikap santun berbeda dengan sikap rendah diri yang justru akan membuat anda terlihat lemah dan kurang percaya diri.

Bersikaplah antusias dalam menjawab pertanyaan, tapi jangan terlalu berlebihan, tatap mata pewawancara sebagai bentuk bahwa anda benar-benar sedang merespon dan memperhatikan apa yang sedang dibicarakan lawan bicara.

12. Cara Duduk
Cara duduk yang baik akan menentukan kelancaran dalam proses wawancara, salah satunya untuk mengatasi kegelisahan dan rasa gugup.

Coba duduk dengan tubuh agak tegak dengan posisi yang pas pada bantalan kursi dan jangan terlalu bersandar pada sandaran kursi. Letakkan tangan diatas meja dengan posisi lengan bawah ada dipinggiran meja dengan menyelangkan jemari.

13. Ucapan Terima Kasih
Pada akhir wawancara biasanya anda akan diberitahu bahwa wawancara sudah selesai dan anda akan dipersilahkan keluar ruangan, cobalah anda mempertahankan sikap antusiasme anda seperti pada saat melakukan wawancara sambil mengucapkan terima kasih dengan cara menjabat tangan erat dengan melempar senyum tulus.

Jika memungkinkan dan masih ada waktu yang sengaja diberikan pewawancara untuk anda sebelum keluar ruangan, manfaatkan waktu tersebut untuk anda melakukan basa basi misalnya berbicara diluar topik wawancara yang akan membuat kesan tersendiri bagi anda sebagai calon pekerja yang mudah menyesuaikan diri dengan orang yang baru dikenal.

Terlebih jika pihak pewawancara memberikan sebuah alamat email, aka anda bisa memanfaatkan email tersebut untuk mengulang ucapan rasa terima kasih anda atas waktu dan kesediaannya memanggil untuk melakukan wawancara kerja.

Advertisement
KOMENTAR ANDA